Jual Panahan Malang dan Sejarahnya di Indonesia

Jika dilihat kondisi sekarang, tempat jual panahan Malang terbilang mudah untuk ditemukan. Sejarah olahraga satu ini di Indonesia sendiri terbilang panjang. Setelah terbentuk organisasi Perpani, Indonesia kemudian maju untuk menjadi anggota federasi olahraga panahan internasional atau FITA. Organinasi panahan internasional ini sendiri sudah mulai berdiri sejak 1931. Indonesia baru diterima pada 1959 saat diadakan kongres internasional di Oslo, Norwegia. Sejak itu pula, olahraga panahan di Indonesia mulai maju dengan sangat pesat. Pada tahun-tahun pertamanya, olahraga ini hanya diadakan di beberapa kota besar di Pulau Jawa saja. Namun kini, panahan telah meluas dan dikenal hingga ke luar Jawa.

 

Seiring dengan masuknya Indonesia sebagai anggota FITA, atlet panahan tanah air mulai mengenal jenis panahan baru. Jika sebelumnya pemanah Indonesia menggunakan gaya tradisional di mana memanah target dilakukan sambil duduk, maka kini mereka mulai menerapkan gaya memanah internasional. Termasuk di antaranya adalah memanah sambil berdiri dan penggunaan alat-alat panah yang lebih modern. Atlet panahan Indonesia juga memiliki kesempatan lebih besar untuk turut ambil bagian di pertandingan berskala internasional. Walau demikian, muncul masalah dari segi peralatan yang digunakan, apalagi saat itu tempat jual panah memasang harga yang tinggi dan sulit didapatkan. Demi menangani masalah ini, pada 1963 organisasi Perpani mengeluarkan ronde panahan baru yaitu Ronde Perpani.

 

Ronde Perpani pada dasarnya memiliki kemiripan dengan ronde FITA, hanya saja peralatan yang digunakan serta jarak tembak akan lebih disesuaikan. Peraturan lain dalam Ronde Perpani ialah pemanah hanya diperbolehkan menggunakan peralatan yang dibuat dari dalam negeri. Ketentuan ini tentu sangat meringankan beban atlet panahan asal Indonesia kala itu, di mana peralatan panahan terbilang sangat mahal dan olahraga panahan diidentikkan dengan olahraga yang mewah serta eksklusif. Bahkan, pemanah yang dapat berprestasi melalui Ronde Perpani akan mendapat kesempatan dalam menggunakan peralatan internasional sesuai ketentuan dari FITA. Hal ini tentu menambah semangat juang atlet dalam negeri dalam bermain panahan secara maksimal agar mendapat kesempatan langka tersebut.